Gen Z Menganggur Massal: Politeknik Palopo Punya Resep Ampuh Lawan Krisis Skill Gap 2025

Categories:

Bayangin aja, di 2025 ini, satu dari tujuh anak muda Indonesia masih nganggur, sementara perusahaan ribut cari pekerja yang bener-bener bisa langsung kerja. Tingkat pengangguran pemuda usia 15-24 tahun nyentuh 16 persen, jauh di atas rata-rata nasional 4,85 persen, dengan total 7,46 juta orang tanpa kerja tetap.

Krisis yang Bikin Geleng-geleng Kepala

Data BPS Agustus 2025 nunjukin pengangguran pemuda turun tipis jadi 11,78 persen nasional, tapi Gen Z masih dominasi 3,5 juta orang nganggur karena skill mereka nggak match sama dunia kerja yang lagi haus tenaga digital, otomasi, dan energi hijau. Lulusan SMA/SMK paling parah kena dampaknya—mereka punya ijazah tapi minim pengalaman praktis, sementara industri ngeluh susah cari yang siap pakai tanpa training ulang. Hasilnya? Banyak yang terjebak kerja informal upah receh atau balik ke rumah orang tua, bikin bonus demografi malah jadi bom waktu.

Vokasi Bukan Cuma Janji Kosong

Politeknik Palopo jawab ini dengan pendekatan “praktek dulu, teori nanti”—kurikulumnya langsung sinkron sama kebutuhan industri lewat lab modern dan magang nyata. Program unggulan kayak Teknologi Rekayasa Informatika ajarin coding jaringan dan software buat transformasi digital, sementara Elektro fokus otomasi dan energi terbarukan yang lagi booming. Manajemen Bisnis Digital siapin anak muda bikin startup, bukan cuma cari kerja tapi ciptain lapangan sendiri.

Bukti Nyata di Lapangan

Lebih dari 55 ribu mahasiswa aktif dan 499 dosen pro rasain manfaatnya—100 persen kepuasan dan sertifikasi kompetensi nasional bikin lulusan langsung direkrut. Kemitraan industri plus alumni kuatkan jejaring, ubah skill gap jadi peluang kerja cepat di tengah PHK massal Gen Z. Di Palopo, ini bukan teori—ini resep ampuh lawan pengangguran yang lagi ngamuk di Indonesia.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *