Banjir Sumatera: Krisis yang Mengguncang

Categories:

Bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang dan longsor menerjang wilayah Sumatra sejak awal Desember 2025, merusak infrastruktur dan memaksa evakuasi massal. Korban jiwa bertambah, termasuk mahasiswa Universitas Syiah Kuala yang menerima bantuan pangan darurat, sementara 22 ribu mahasiswa secara keseluruhan terdampak secara variatif. Tim Kemanusiaan Korlantas Polri bahkan turun membersihkan Masjid Nurhasanah di Aceh Tamiang yang terendam lumpur.​

Aksi Heroik Mahasiswa Palopo

Dalam waktu singkat, mahasiswa Politeknik Palopo—dengan dukungan dosen dan komunitas—mengumpulkan dana melalui galang dana intensif, menunjukkan solidaritas lintas pulau. Upaya ini membuahkan hasil signifikan, dengan dana siap disalurkan langsung ke daerah terdampak, mirip aksi mahasiswa Politeknik Aceh yang turun ke jalan sebelumnya. Kisah ini viral karena menonjolkan peran generasi muda vokasi dalam krisis nasional.

Relevansi Program Vokasi Palopo

Politeknik Palopo, dengan program unggulan seperti Teknologi Rekayasa Informatika dan Elektro, siap kontribusi lebih dari sekadar dana. Mahasiswa dapat kembangkan drone pemetaan bencana atau sistem monitoring digital, selaras dengan inovasi BRIN seperti Arsinum penyedia air darurat. Kolaborasi industri kami memastikan lulusan tak hanya terampil, tapi juga peka bencana—meningkatkan daya saing di era Industri 4.0.​​

Ajakan Bergabung: Jadilah Bagian Solusi

Ikuti jejak mahasiswa kami! Hubungi +62 812 3456 7890 untuk donasi atau kolaborasi teknologi bencana. Bagikan cerita ini agar solidaritas menyebar—Politeknik Palopo bangga jadi pelopor vokasi berdaya saing tinggi

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *