Dunia kerja hari ini tidak lagi bertanya, “Apa gelar Anda?” melainkan “Apa yang bisa Anda buat?” atau “Masalah apa yang bisa Anda selesaikan?” Bagi mahasiswa Politeknik Dewantara Palopo, kita berada di jalur cepat (fast track) menuju dunia kerja karena kurikulum kita yang berbasis praktik. Namun, di tengah gempuran AI dan otomatisasi, memiliki keterampilan teknis saja tidak cukup. Untuk menjadi lulusan yang “tak tergantikan,” Anda butuh tiga senjata rahasia berikut:
1. Tech-Adaptability (Kemampuan Menjinakkan Teknologi)
Jangan takut pada AI (Artificial Intelligence). Di dunia teknik, manajemen, maupun akuntansi, AI adalah asisten, bukan pengganti. Mahasiswa yang paling dicari saat ini adalah mereka yang tahu cara menggunakan alat digital untuk mempercepat pekerjaannya. Di Poltek Palopo, kita belajar untuk tidak hanya menjadi pengguna, tapi juga pemecah masalah menggunakan teknologi terbaru yang ada di laboratorium kita.
2. Analytical Curiosity (Rasa Ingin Tahu yang Tajam)
Mesin bisa mengolah data, tapi mesin tidak bisa bertanya “Mengapa?”. Perbedaan antara teknisi biasa dan seorang ahli (expert) adalah rasa ingin tahu yang mendalam. Jangan puas hanya dengan mengetahui cara menjalankan mesin atau aplikasi. Tanyakan cara kerjanya, cari tahu kerusakannya, dan temukan cara memperbaikinya. Inilah esensi dari pendidikan vokasi: kemahiran yang lahir dari rasa penasaran.
3. Networking di “Lantai Praktik”
Salah satu keuntungan kuliah di politeknik adalah kedekatan dengan dunia industri. Jangan hanya sekadar menjalankan magang atau praktik kerja lapangan (PKL) sebagai syarat kelulusan. Jadikan itu ajang “pamer kemampuan.” Banyak lulusan kita langsung dipinang perusahaan bahkan sebelum wisuda karena mereka berhasil membangun relasi dan kepercayaan di tempat praktik.
Mengapa Palopo Adalah Tempat yang Tepat?
Kota Palopo sedang berkembang menjadi hub ekonomi di Sulawesi Selatan. Kebutuhan akan tenaga terampil yang siap pakai sangatlah tinggi. Politeknik Dewantara hadir untuk memastikan bahwa anak muda Palopo tidak hanya menjadi penonton, tapi menjadi penggerak utama ekonomi daerah.
Kesimpulan: Gelar sarjana terapan atau diploma adalah kunci pembuka pintu, tetapi karakter dan adaptabilitas Anda adalah hal yang akan membuat Anda bertahan dan naik jabatan. Mari terus mengasah skill di lab, aktif di organisasi, dan selalu lapar akan ilmu baru.


Leave a Reply