Data terbaru menunjukkan jumlah pengangguran di Indonesia pada Februari 2025 mencapai sekitar 7,28 juta orang, dengan tingkat pengangguran terbuka 4,76%. Mayoritas penganggur justru berasal dari kelompok usia muda, terutama usia 15–24 tahun dan 25–34 tahun, sehingga bonus demografi terancam menjadi bencana demografi.
Yang mengkhawatirkan, lulusan pendidikan menengah dan tinggi menyumbang porsi besar pengangguran, termasuk lulusan SMK dan perguruan tinggi yang sejatinya dipersiapkan untuk langsung kerja. Kondisi ini menunjukkan adanya mismatch atau ketidaksesuaian antara keterampilan lulusan dan kebutuhan dunia kerja yang terus berubah di era digital dan Revolusi Industri 4.0.
Mengapa Pendidikan Vokasi Jadi Kunci
Pakar ketenagakerjaan menilai pengangguran berpendidikan tinggi meningkat karena lulusan tidak memiliki kompetensi yang spesifik dan relevan dengan kebutuhan industri. Banyak perusahaan mengaku kesulitan mencari talenta yang menguasai keterampilan digital, analisis data, otomasi, dan soft skills seperti komunikasi, problem solving, dan kerja tim.
Di tengah situasi ini, pendidikan vokasi dipandang sebagai kunci karena menekankan pembelajaran berbasis praktik, link and match dengan industri, serta sertifikasi kompetensi nyata. Program vokasi yang kuat dapat memperkecil gap kompetensi, sehingga ijazah tidak hanya menjadi kertas formal, tetapi bukti kemampuan teknis yang siap dipakai di dunia kerja.
Posisi Strategis Politeknik Palopo
Politeknik Palopo menawarkan pendidikan vokasi berbasis kompetensi, praktik laboratorium, dan magang industri, yang selaras dengan tuntutan pasar kerja saat ini. Fitur seperti sertifikasi kompetensi nasional, dosen dan instruktur profesional, serta kemitraan industri dan alumni memperkuat posisi kampus sebagai penghubung langsung antara kelas dan dunia kerja.
Program unggulan seperti Teknologi Rekayasa Informatika, Teknologi Rekayasa Elektro, dan Manajemen Bisnis Digital sangat relevan dengan kebutuhan tenaga kerja di sektor teknologi, otomasi, dan bisnis digital yang sedang berkembang pesat. Dengan pendekatan “pendidikan adalah praktik”, Politeknik Palopo dapat menunjukkan contoh konkret bagaimana kampus vokasi menjawab krisis pengangguran muda


Leave a Reply